Layanan BPR yang Diperbolehkan Menurut UU dan POJK Terbaru (Panduan Lengkap 2026)

Dari generasi baby boomer yang terbiasa datang langsung ke kantor bank, milenial yang aktif berwirausaha, hingga Gen Z yang mulai belajar investasi — satu pertanyaan sering muncul:

Sebenarnya BPR itu boleh melakukan apa saja?

Artikel ini akan menjelaskan dengan bahasa sederhana, ringan, dan mudah dipahami oleh semua usia — namun tetap berdasarkan aturan resmi pemerintah.


Apa Itu BPR?

BPR adalah singkatan dari Bank Perkreditan Rakyat, yang dalam regulasi terbaru disebut juga Bank Perekonomian Rakyat.

Berbeda dengan bank umum besar, BPR memang dirancang untuk:

  • Lebih dekat dengan masyarakat
  • Fokus pada ekonomi lokal
  • Mendukung UMKM
  • Memberikan layanan yang sederhana dan mudah diakses

Semua kegiatannya diatur oleh negara melalui:

  • Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan
  • Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998
  • Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023
  • Peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Artinya, semua layanan BPR tidak boleh sembarangan — harus sesuai aturan resmi.


✅ Layanan yang BOLEH Dilakukan BPR

Mari kita bahas satu per satu dengan contoh sederhana.


1️⃣ Menerima Tabungan

Siapa pun bisa menabung di BPR.

Tabungan di BPR cocok untuk:

  • Pelajar yang mulai belajar menyimpan uang
  • Karyawan yang ingin dana cadangan
  • Orang tua yang menyiapkan dana masa depan
  • UMKM yang menyimpan hasil usaha

Tabungan adalah layanan resmi dan legal menurut UU Perbankan.


2️⃣ Menerima Deposito Berjangka

Deposito adalah simpanan dengan jangka waktu tertentu dan bunga tetap.

Cocok untuk:

  • Baby boomer yang ingin penghasilan rutin
  • Milenial yang ingin investasi aman
  • Gen Z yang mulai belajar financial planning

BPR diperbolehkan menerima deposito dan memberikan bunga sesuai ketentuan yang berlaku.


3️⃣ Memberikan Kredit

Ini adalah fungsi utama BPR.

Contohnya:

  • Kredit usaha kecil
  • Kredit modal kerja
  • Kredit investasi
  • Kredit konsumtif

BPR banyak membantu:

  • Pedagang pasar
  • Petani
  • Pengusaha mikro
  • UMKM daerah

Karena memang BPR hadir untuk menggerakkan ekonomi lokal.


4️⃣ Penempatan Dana Sesuai Aturan

BPR boleh menempatkan dananya di:

  • Deposito bank lain
  • Instrumen yang diperbolehkan regulator

Tujuannya untuk menjaga keamanan dan likuiditas.


5️⃣ Pembiayaan Syariah (Untuk BPRS)

Untuk BPR berbasis syariah (BPRS), diperbolehkan memberikan pembiayaan seperti:

  • Murabahah
  • Mudharabah
  • Musyarakah

Sesuai prinsip syariah dan diawasi OJK.


❌ Layanan yang TIDAK BOLEH Dilakukan BPR

Agar tidak salah paham, berikut yang memang tidak diperbolehkan:

🚫 Tidak boleh menerima giro
🚫 Tidak boleh ikut sistem pembayaran seperti bank umum
🚫 Tidak boleh transaksi valuta asing (dolar, forex, dll)
🚫 Tidak boleh usaha asuransi
🚫 Tidak boleh investasi bebas tanpa batas

Semua ini diatur dalam Pasal 14 UU Perbankan.

Kenapa dibatasi?

Karena BPR memang dibuat fokus — bukan bank serba bisa.


Kenapa BPR Dibuat Lebih Sederhana?

Tujuannya agar:

  • Risiko lebih terkontrol
  • Pengawasan lebih ketat
  • Fokus pada masyarakat lokal
  • Stabilitas keuangan daerah terjaga

Dengan kata lain, BPR bukan bank besar internasional.
BPR adalah bank untuk rakyat.


Apa Manfaatnya untuk Semua Generasi?

👴 Baby Boomer
Mendapatkan simpanan dan deposito yang stabil dan mudah diakses.

👨‍👩‍👧 Generasi X & Milenial
Bisa mengembangkan usaha dengan kredit yang lebih personal.

👩‍💻 Gen Z
Mulai belajar menabung dan memahami dunia keuangan dengan risiko yang terukur.


Apakah BPR Aman?

BPR diawasi oleh OJK dan wajib mengikuti regulasi perbankan nasional.

Selain itu:

  • Harus memenuhi ketentuan modal
  • Harus menerapkan manajemen risiko
  • Harus menjalankan tata kelola yang baik

Artinya, operasionalnya tidak sembarangan.


Kesimpulan Mudahnya

BPR boleh:

✔ Menerima tabungan
✔ Menerima deposito
✔ Memberikan kredit
✔ Menjalankan pembiayaan syariah (untuk BPRS)

BPR tidak boleh:

✘ Giro
✘ Valuta asing
✘ Sistem pembayaran
✘ Asuransi
✘ Investasi bebas

Semua sudah diatur jelas dalam undang-undang dan POJK.


Penutup

Setiap lembaga keuangan punya peran masing-masing.

Bank umum melayani transaksi luas dan kompleks.
BPR melayani kebutuhan finansial masyarakat secara fokus dan dekat.

Bagi siapa pun Anda — orang tua, pelaku usaha, atau generasi muda yang baru mulai mengatur keuangan — memahami aturan ini membantu Anda memilih layanan yang tepat.

Karena keuangan yang sehat dimulai dari keputusan yang tepat dan sesuai regulasi.